Hukum Dan Kaidah-Kaidah Etika

PENDAHULUAN

Hukum terdiri daripada peraturan-peraturan dan tingkah laku, tetapi masih ada peraturan-peraturan tingkah laku, lain daripada peraturan-peraturan tingkah laku hukum. Segala peraturan-peraturan itu yang mengandung petunjuk-petunjuk bagaimana manusia hendaknya bertindak tanduk, jadi peraturan- peraturan yang menimbulkan kewajiban- kewajiban bagi manusia kita tangkap dengan nama etika. Etika meliputi peraturan- peraturan tentang agama, kesusilaan, hukum dan adat.
Pada zaman dahulukala ada masanya orang tidak mengindahkan pembedaan itu. Dalam “The ten Commandments” dalam zabur dan Al-Qur’an terdapat bermacam-macam bperaturan agama, kesusilaan dan hukum dicampuradukan, rupa-rupanya karena orang memandang seluruhnya sebagai berasal dari Tuhan. Memang ada terdapat hubungan yang erat antara peratruan itu. Walaupun demikian kita harus membdea-bedakannya juga. Kesadaran itu baru dating pada masa kemudian.

1.      HUKUM DAN ADAT DIBEDAKAN DARI KESUSILAAN DAN AGAMA

A.     Hukum dan Kesusilaan

Hidup manusia mempunyai dua segi: manusia adalah seseorang dan manusia adalah mahluk sosial.
Kesusilaan menyangkut manusia sebagai perseorangan, hukum dan adat menyangkut masyarakat.
 Antara hukum dan adat pada satu pihak dan kesusilaan pada pihak lain, terutama terdapat perbedaan tujuan. Tujuan hukum adalah tata tertib masyarakat yang baik; tujuan kesusilaan adalah penyempurnaan sesorang (walaupun menimbulkan juga akibat-akibat untuk hidup bersama, karena perbaikan manusia tentunya turut membantu tercapainya tata tertib masyarakat yang labih baik
Dengan perbedaan tujuan tersebut terdapat hubungan yang erat dengan perbedaan yang lain, yang lebih mengenai isinya. Hukum dan adat yang menghendaki peraturan masyarakat yang baik, memberikan peraturan-peraturan untuk perbuatan- perbuatan lahiriyah manusia. Kesusilaan yang ditujukan pada kesempurnaan sesorang, pertama-tama tidak mengindahkan perbuatan-perbuatan manusia, melainkan lebih-lebih mengindahkan sikap batin yang menimbulkan perbuatan-perbuatan itu.
Selain itu hukum dan adat sebagai peraturan tingkah laku, dapat dibedakan dari kesusilaan, juga dalam cara “ Bagaimana orang menjaminnya agar ia diikuti

B.     Agama
Agama dalam arti sempit, adalah hubungan antara Tuhan dan manusia. Hubungan itu mengandung kewajiba-kewajiban terhadap Tuhan, sebgai tanda cintanya seorang hamba kepada Tuhan dan percaya terhada-Nya. Dengan dasar kewajiban menuruti kehendak Tuhan itu maka manusia menganggap dirinya terikat untuk melakukan perintah, tidak semata-mata terhadap Tuhan, melainkan terhadap dirinya sendiri dan sesama manusia,perintah yang dinyatakan oleh Tuhan kepadanya, baik langsung maupun tidak langsung.

2.      HUKUM DAN KAIDAH-KAIDAH SOSIAL LAINNYA.
a. Kaidah Sosial
Kehidupan manusia dalam masyarakat, selain diatur oleh hukum juga diatur oleh kaidah-kaidah agama dan sosial bukan hukum seperti kebiasaan, moral positif dalam arti dipatuhi oleh anggota masyarakat dimana kaidah itu berlaku apabila masyarakat menerima kaidah sosial itu sebagai susuatu yang ditaati, selain itu kebiasaan merupakan suatu yang berulang dalam hal peristiwa yang sama berkenaan dengan hal yang sama pula dan baru dapat mengikat apabila orang-orang tersebut merasa bahwa kebiasaan itu patut ditaati atau dipatuhi. Demikain juga dengan kewajiban hal tersebut akan mengikat apabila moral itu oelh masyarakat dianggap mengikat artinya harus ditaati, salah satu contoh kaidah moral yang mengikat adalah disuatu tempat mengikat menurut waktu tertentu tetapi tidak mengikat ditempat lain, contoh yang lebih kongkrit adalah janji nikah dimana pada masyarakat tertentu (tradisional) hal tersbut merupakan janji yang menikat, namun dimasyarakat lain janji nikah tersebut hanya satu hal kewaiban moral, tetapi sudah menjadi kewajiban yang mengikat.

b. Sanksi kaidah sosial bukan hukum
Kaidah-kaidah sosial yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat ini, apakah yang membedakan kaidah-kaidah sosial dan kaidah hukum? Untuk dapat membedakan hal tersebut,  hal yang paling utama adalah mengetahui sanksi sebagai akibat (hukuman) yang dikaitkan pada ketaatan pada kaidah yang mengatur kehidupan manusia dalam masyarakat, baik kaidah sosial ataupun kaidah hukum, banyak orang yang menterjemahkan sanksi adalah suatu penghukuman, hal ini ditampik oleh pengarang bahwa hal tersebut tidaklah banar, contoh sanksi yang bukan merupakan suatu penghukuman dalam tanda kutip “penyiksaan atau hukuman badan” adalah sesorang yang melanggar kepatutan normal/kesuislaan, tentunya akan mendapat sanksi berupa kucilan/dikucilan dari tengah-tengah masyarkat, lebih tegas lagi pengarang memberikan arti sanksi secara spesifik bahwa sanksi kaidah sosial adalah sanksi yang tidak diatur oleh udang-undan, melainkan ditetapkan oleh masyarakat sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.





c. Hubungan kaidah hukum dan bukan kaidah hukum
            Dalam system hukum di Indonesia mengenal adanya pebedaan antara kaidah-kaidah sosial  yang tidak tertulis dan yang tetulis atau undang-undang namun tetap ada kesatuan, oleh karennya antara hukum dan kaidah sosial sifatnya saling mengisi, artinya kaidah sosial mengatur kehiudpan manusia dalam masyarakat dalam hal-hal hukum tidak mengaturnya. Kaidah hukum dan sosial tidak hanya saling mengisi tetapi juga saling memperkuat.

            Kesimpulannya adalah bahwa kaidah hukum, agama, adat, kesusilaan dan sosial merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan artinya kaidah-kaidah tersebut akan selalu ada selama manusia masih menempatkan dirinya sebagai mahluk sosial (zoon politkon). Kesimpulan lain dari uraian diatas adalah sanksi yang diatur atau tidak diatur oleh undang-udang merupakan hal terpenting untuk dapat menata ketertiban dalam masyarakat sosial dengan tujuan untuk mencapai suatu keadialan dan keteraturan dalam kehiduapan bermaysarakat.












DAFTAR PUSTAKA

1.            Prof. Dr. Mr. LJ. Van Apeldoorn, Pengantar Ilmu Hukum, Penerbit, PT. Pradnya Paramita, Jakarta, 1996
2.            Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, SH, LL.M, Pengantar Ilmu Hukum, Penerbit Alumni, Bandung, 2000
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di TULISKAN.com

0 komentar:

Poskan Komentar